Berita & Artikel Terbaru
MAN IC Tapsel Pertegas Tapal Batas Tanah Madrasah dengan Penanaman Pohon Jambu
20 Aug 2026
MAN IC Tapsel (Humas) — MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan melakukan penegasan batas bidang tanah madrasah yang berbatasan langsung dengan kawasan Objek Wisata Bukit Simago-mago. Kegiatan tersebut dilakukan melalui penanaman pohon jambu di sepanjang area batas tanah sebagai penanda fisik tambahan terhadap batas eksisting lahan madrasah.Penanaman pohon dilaksanakan pada titik-titik yang berada di sepanjang garis batas penguasaan tanah MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menjaga kejelasan batas bidang tanah, mengamankan aset, serta mencegah terjadinya pergeseran maupun ketidakjelasan batas pemanfaatan lahan di kemudian hari.Dalam administrasi pertanahan, keberadaan tanda batas memiliki fungsi penting untuk memberikan kepastian mengenai letak dan posisi batas suatu bidang tanah. Oleh karena itu, selain mengacu pada patok maupun tanda batas yang telah ada, MAN IC Tapanuli Selatan menambahkan penanda alami berupa pohon jambu sebagai penguat visual terhadap garis batas tanah madrasah.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tertib pengelolaan dan pengamanan aset negara yang berada dalam penguasaan madrasah.“Penanaman pohon jambu ini merupakan bagian dari upaya kita memperjelas batas fisik tanah madrasah. Dengan adanya penanda yang mudah dikenali di lapangan, diharapkan batas antara lahan MAN IC Tapanuli Selatan dengan kawasan di sekitarnya, termasuk kawasan Objek Wisata Bukit Simago-mago, dapat tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa penegasan batas tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah maupun menetapkan ulang batas yuridis bidang tanah, melainkan sebagai langkah pemeliharaan dan pengamanan tanda batas berdasarkan batas yang selama ini telah diketahui dan dikuasai secara fisik.Selain berfungsi sebagai penanda batas, pemilihan pohon jambu juga menjadi bagian dari upaya penghijauan kawasan madrasah. Ketika tumbuh besar, deretan pohon tersebut diharapkan membentuk batas alami yang jelas, memberikan nilai ekologis, sekaligus memperkuat tata ruang kawasan MAN IC Tapanuli Selatan.MAN IC Tapanuli Selatan memandang pengamanan batas tanah sebagai bagian penting dalam tata kelola Barang Milik Negara (BMN). Kejelasan batas bidang tanah diperlukan untuk mendukung tertib administrasi, tertib fisik, serta memberikan kepastian dalam pemanfaatan aset untuk kepentingan penyelenggaraan pendidikan.Kegiatan penanaman pohon di sepanjang batas tersebut juga menjadi langkah preventif untuk menghindari potensi tumpang tindih pemanfaatan lahan, sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat maupun pengelola kawasan yang berbatasan langsung dengan lingkungan madrasah.Melalui kegiatan ini, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga, memelihara, dan mengamankan aset madrasah secara bertanggung jawab, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang tertata, hijau, dan berkelanjutan.MAN Insan Cendekia Tapanuli SelatanKampus Prestasi Mandiri Islami
MAN IC Tapanuli Selatan Raih Dua Juara pada Devile HUT ke-81 RI di Sipirok
19 Aug 2026
MAN IC Tapsel (Humas)— MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan kembali menorehkan prestasi dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan. Dua tim devile MAN IC Tapanuli Selatan berhasil meraih prestasi membanggakan pada kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Alun-Alun Pasar Sipirok, Senin (17/8/2026).Dalam kegiatan tersebut, Tim Devile Putra MAN IC Tapanuli Selatan berhasil meraih peringkat II, sementara Tim Devile Putri berhasil menempati peringkat III. Capaian ini menjadi hasil positif bagi madrasah setelah para murid tampil disiplin, kompak, dan penuh semangat dalam mengikuti rangkaian devile peringatan kemerdekaan.Keikutsertaan MAN IC Tapanuli Selatan pada rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI tahun ini difokuskan khusus pada cabang devile. Meski tidak mengikuti cabang drumband maupun karnaval, dua tim yang diturunkan mampu memberikan penampilan terbaik dan berhasil membawa pulang dua posisi juara.Pelaksanaan devile menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejumlah sekolah dan satuan pendidikan dari berbagai jenjang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.Bagi MAN IC Tapanuli Selatan, keterlibatan murid dalam kegiatan devile tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui disiplin, kekompakan, tanggung jawab, ketangguhan, serta semangat kebangsaan.Penampilan Tim Devile Putra dan Putri menunjukkan koordinasi yang solid sejak memasuki arena hingga menyelesaikan seluruh rangkaian penampilan. Kerapian barisan, keseragaman gerakan, serta semangat para peserta menjadi bagian penting dalam penampilan tim.Prestasi peringkat II Tim Devile Putra dan peringkat III Tim Devile Putri sekaligus menjadi bentuk kontribusi MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan dalam menyemarakkan momentum kemerdekaan di Kabupaten Tapanuli Selatan.Capaian tersebut diharapkan semakin menumbuhkan rasa percaya diri para murid sekaligus memotivasi mereka untuk terus mengembangkan karakter unggul, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia juga menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah bahwa kemerdekaan harus diisi melalui karya, kedisiplinan, prestasi, serta kontribusi positif bagi bangsa dan negara.Dengan semangat “Kampus Prestasi, Mandiri, Islami”, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan terus mendorong para murid untuk tumbuh menjadi generasi berprestasi, berkarakter, mencintai tanah air, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.slot gacorslot gacorslot maxwinapk slot gacorjudi slotdapodikHumas MAN Insan Cendekia Tapanuli SelatanKampus Prestasi, Mandiri, Islami
30 Murid MAN IC Tapanuli Selatan Terlibat dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-81 RI
19 Aug 2026
MAN IC Tapsel (humas)— Sebanyak 30 murid MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan mendapat kepercayaan untuk terlibat sebagai petugas pembawa obor dalam rangkaian Apel Kehormatan dan Renungan Suci Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2026.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 23.00 WIB hingga selesai, bertempat di Taman Makam Pahlawan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.Keterlibatan murid MAN IC Tapanuli Selatan tersebut berdasarkan penugasan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebanyak 30 murid dipercaya menjadi bagian dari prosesi pembawa obor dalam pelaksanaan apel kehormatan dan renungan suci menjelang peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Keikutsertaan para murid dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Melalui prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, para murid diajak untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang serta mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia.Prosesi pembawaan obor memiliki makna tersendiri dalam rangkaian renungan suci. Nyala obor menjadi simbol semangat perjuangan yang terus diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa.Bagi MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, partisipasi murid dalam kegiatan tingkat kabupaten ini juga merupakan bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, dan kepedulian terhadap nilai-nilai sejarah bangsa.Kegiatan Apel Kehormatan dan Renungan Suci dilaksanakan pada malam menjelang 17 Agustus, sebagai momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur. Dalam suasana malam yang penuh keheningan dan kekhidmatan, seluruh peserta mengenang kembali perjuangan serta pengabdian para pahlawan kepada bangsa dan negara.Kepercayaan yang diberikan kepada 30 murid MAN IC Tapanuli Selatan sebagai pembawa obor menjadi pengalaman berharga sekaligus kehormatan bagi keluarga besar madrasah. Para murid tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi mengambil bagian secara langsung dalam salah satu rangkaian penting peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tapanuli Selatan.Melalui keterlibatan tersebut, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan terus berkomitmen menanamkan semangat cinta tanah air dan nilai kebangsaan kepada seluruh murid. Semangat perjuangan para pahlawan diharapkan dapat diterjemahkan oleh generasi muda melalui kedisiplinan, integritas, prestasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah bahwa tugas generasi hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan karya dan prestasi terbaik.MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan — Kampus Prestasi, Mandiri, Islami.
Aqila Pratama Hasibuan, Murid MAN IC Tapsel, sabet finalis dan Duta Muda BPJS Kesehatan 2026
12 Aug 2026
MAN IC Tapsel (Humas)— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan. Aqila Pratama Hasibuan berhasil meraih finalis dalam ajang Duta Muda BPJS Kesehatan Tahun 2026 tingkat Kantor Cabang Padangsidimpuan, sekaligus menjadi bagian dari Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan.Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi positif MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan dalam bidang pengembangan kepemimpinan, komunikasi publik, literasi kesehatan, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.Program Duta Muda BPJS Kesehatan merupakan kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan peran generasi muda dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui program ini, peserta didorong tidak hanya memahami pentingnya jaminan kesehatan, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.Pelaksanaan program tersebut turut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan sebagaimana tertuang dalam surat Nomor 500.5.7.15/022/DISDIK/VII/2026 tertanggal 11 Juli 2026 tentang rekomendasi kegiatan Program Duta Muda BPJS Kesehatan Tahun 2026.Dalam surat tersebut, sekolah-sekolah jenjang SMA/SMK/MA sederajat didorong memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengikuti program Duta Muda BPJS Kesehatan mulai dari tingkat Kantor Cabang hingga tahapan berikutnya.Setelah mengikuti rangkaian kompetisi dan seleksi, Aqila Pratama Hasibuan berhasil masuk dalam jajaran finalis terpilih. BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padangsidimpuan selanjutnya mengundang para peserta dalam kegiatan Pengumuman Pemenang Duta Muda BPJS Kesehatan, yang dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan, Jalan Raja Inal Siregar No. 14, Batunadua Jae.Dalam daftar undangan yang diterbitkan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padangsidimpuan, Aqila tercatat sebagai perwakilan dari MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan bersama peserta lain dari sejumlah SMA, SMK, dan MA di wilayah Padangsidimpuan dan sekitarnya.Keberhasilan Aqila meraih posisi enam besar sekaligus menjadi Duta Muda BPJS Kesehatan dinilai sebagai pengalaman penting dalam membangun kapasitas generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, wawasan kesehatan, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Aqila menunjukkan bahwa murid MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan memiliki kemampuan untuk berkompetisi sekaligus mengambil peran pada berbagai ruang pengembangan diri di luar bidang akademik.“Kami mengapresiasi capaian Aqila Pratama Hasibuan yang berhasil meraih peringkat ke-6 Duta Muda BPJS Kesehatan. Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi madrasah, tetapi juga menunjukkan bahwa murid MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta keberanian untuk berkompetisi dan berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Abdul Hakim Siregar.Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi murid lainnya agar terus mengembangkan potensi dan berani mengikuti berbagai kegiatan positif di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional.Menurutnya, pendidikan di MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.Sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan, Aqila diharapkan dapat mengambil peran dalam menyampaikan informasi dan edukasi tentang Program JKN kepada teman sebaya maupun lingkungan sekitarnya. Peran tersebut menjadi pengalaman berharga dalam menumbuhkan kesadaran bahwa generasi muda juga memiliki kontribusi penting dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat.Capaian ini sekaligus menambah rekam prestasi MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan dalam mendorong murid untuk aktif mengikuti kompetisi, program kepemudaan, pengembangan kepemimpinan, serta kegiatan yang memberikan pengalaman nyata di tengah masyarakat.MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan berharap prestasi Aqila Pratama Hasibuan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh murid untuk terus belajar, berani mengambil peluang, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang dan potensi masing-masing.Dengan semangat “Kampus Prestasi, Mandiri, Islami”, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan terus berkomitmen melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, mandiri dalam bersikap, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
MAN IC Tapanuli Selatan Perkuat Budaya Digital Bertanggung Jawab bagi Murid Kelas XII
08 Aug 2026
MAN IC Tapsel (humas). MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan terus memperkuat budaya disiplin dan tanggung jawab digital di lingkungan madrasah melalui penyusunan pengaturan penggunaan telepon genggam bagi murid Kelas XII. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan pemanfaatan teknologi benar-benar mendukung kebutuhan akademik, sekaligus tetap sejalan dengan tata tertib madrasah dan kehidupan berasrama.Pengaturan tersebut berangkat dari kebutuhan nyata murid Kelas XII yang sedang mempersiapkan pendidikan lanjutan. Dalam dokumen rancangan yang dibahas, telepon genggam dipertimbangkan sebagai sarana untuk mengikuti bimbingan belajar, mengakses platform pembelajaran daring, mengikuti perlombaan secara online, mencari informasi beasiswa dan pendidikan lanjutan, mengakses materi multimedia, serta mendukung komunikasi secara bertanggung jawab. Penyusunan ketentuan tidak hanya menempatkan kebutuhan akademik sebagai pertimbangan, tetapi juga memperhatikan aspek kedisiplinan, etika digital, keamanan, serta kepatuhan terhadap tata tertib madrasah dan asrama. Dokumen tersebut disiapkan sebagai bahan pembahasan bersama yang melibatkan unsur madrasah, pembina asrama, guru Bimbingan dan Konseling, guru mata pelajaran, serta perwakilan murid. Dalam rancangan pengaturan, penggunaan telepon genggam diarahkan memiliki batas waktu dan mekanisme yang jelas. Beberapa ketentuan yang menjadi bahan pembahasan antara lain waktu pemberian perangkat setelah pelaksanaan salat Subuh, batas pengumpulan kembali pada malam hari, penggunaan untuk kebutuhan akademik tertentu dengan izin pembina, serta ketentuan bahwa setiap murid hanya menggunakan satu perangkat dan bertanggung jawab terhadap keamanannya.Penggunaan Teknologi Diiringi Komitmen KejujuranSebagai bagian dari pembentukan tanggung jawab pribadi, murid juga diarahkan membuat Pakta Kesepakatan dan Kejujuran dalam penggunaan telepon genggam.Dalam dokumen tersebut, murid menyatakan bahwa perangkat digunakan terutama untuk mendukung pencapaian cita-cita pendidikan, kebutuhan belajar UTBK dan TKA, bimbingan belajar daring, try out, pencarian informasi beasiswa, serta komunikasi. Komitmen tersebut sekaligus memberikan batas yang tegas terhadap penyalahgunaan perangkat. Murid menyatakan tidak menggunakan telepon genggam untuk aktivitas yang bertentangan dengan norma agama, hukum, kesusilaan dan kesopanan, serta tidak memanfaatkan teknologi untuk melakukan kecurangan dalam kegiatan evaluasi akademik. Penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan juga ditempatkan sebagai sarana belajar apabila diperbolehkan, bukan sebagai alat untuk melakukan kecurangan dalam ujian atau asesmen. Ketentuan lainnya mencakup larangan memublikasikan foto atau video yang tidak pantas, melakukan siaran langsung di media sosial tanpa kepentingan yang dibenarkan, menggunakan telepon genggam ketika berlangsung kegiatan madrasah tanpa izin, menggunakannya di kantin, maupun menggunakan perangkat sambil berjalan. Dokumen tersebut juga mencantumkan batas penggunaan hingga pukul 22.00.Pengaturan serupa juga telah menjadi bagian dari dokumen rancangan madrasah. Di dalamnya ditegaskan larangan penggunaan telepon genggam selama proses pembelajaran tanpa izin guru, di area tertentu, saat kegiatan umum tanpa izin, serta larangan melakukan siaran langsung dan menyebarluaskan konten yang melanggar privasi, mencemarkan nama baik, atau bertentangan dengan ketentuan hukum.Tetap Memberikan Ruang Rekreasi secara TerukurSelain untuk kebutuhan akademik, dokumen kesepakatan juga mengakomodasi kebutuhan rekreasi murid secara terbatas dan terukur. Pada hari Minggu, penggunaan perangkat dapat diarahkan untuk aktivitas hiburan seperti permainan, musik, menonton film, mengakses media sosial untuk memperoleh informasi, maupun untuk menunjang kebutuhan ketika murid menjalani kegiatan pesiar. Dalam dokumen tersebut, waktu refreshing dicantumkan pada pukul 08.00–10.00.Pengaturan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang dikembangkan tidak semata-mata berbentuk pembatasan, tetapi juga berupaya membangun kemampuan murid dalam mengelola teknologi secara proporsional.Mengedepankan Pembinaan dan Tanggung JawabAspek pembinaan menjadi bagian penting dalam rancangan kebijakan. Dokumen usulan menyebutkan bahwa sanksi dapat disusun secara bertingkat dan proporsional berdasarkan jenis, frekuensi, serta dampak pelanggaran. Salah satu alternatif yang dibahas adalah penahanan perangkat selama satu bulan bagi murid yang melakukan pelanggaran. Sementara itu, dalam dokumen kesepakatan individual, murid menyatakan kesediaannya menerima sanksi berupa penyitaan telepon genggam selama satu bulan apabila melanggar komitmen yang telah dibuat. Prinsip yang menjadi landasan dalam rancangan pengaturan ini mencakup faktualitas, kesepakatan, kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan. Keputusan diharapkan didasarkan pada kondisi nyata dan kebutuhan murid, ditetapkan melalui musyawarah, dilaksanakan secara jujur, serta memberikan tanggung jawab kepada setiap murid atas perangkat dan aktivitas digitalnya. Penerapan sanksi juga diarahkan dengan mempertimbangkan jenis pelanggaran dan prinsip pembinaan. Melalui langkah tersebut, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan berupaya membangun ekosistem pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan karakter, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab murid.Pemanfaatan telepon genggam pada akhirnya tidak hanya dipandang sebagai persoalan boleh atau tidak boleh menggunakan perangkat, melainkan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter digital. Murid diharapkan mampu memahami bahwa kemudahan akses teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan mengendalikan diri, menghormati aturan, menjaga etika, serta menggunakan teknologi untuk mendukung masa depan akademiknya.