Berita & Artikel Terbaru
Targetkan Humas Level Up Nasional, Humas MAN IC Tapsel Perkuat Branding dari Prestasi Menuju Reputasi
25 Aug 2026
Pekalongan — MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan turut mengambil bagian dalam kegiatan Best Practice Humas Level Up dan Tata Kelola Layanan Pendidikan MAN Insan Cendekia se-Indonesia yang diselenggarakan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada 25–27 Agustus 2026.Kegiatan yang diinisiasi Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Hotel Amandaru Kota Pekalongan dan MAN Insan Cendekia Pekalongan.MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan menjadi salah satu dari 25 MAN Insan Cendekia se-Indonesia yang diundang mengikuti forum tersebut. Madrasah diwakili oleh Said Hasan Assegaf Rambe, Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan.Kegiatan Humas Level Up dirancang tidak sekadar sebagai forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang penguatan paradigma baru kehumasan MAN Insan Cendekia. Kehumasan didorong bergerak dari pola publikasi kegiatan menuju pembangunan reputasi institusi yang berkelanjutan.Salah satu gagasan utama yang ditekankan dalam materi penguatan branding adalah perubahan orientasi dari sekadar:“Publikasi Kegiatan ? Publikasi Prestasi ? Branding Reputasi”menjadi pola komunikasi yang lebih strategis:“Achievement ? Story ? Proof ? Reputation.”Pendekatan tersebut menempatkan capaian madrasah bukan hanya sebagai informasi yang dipublikasikan, tetapi sebagai cerita yang memiliki bukti, dampak, konsistensi, serta mampu membangun kepercayaan publik.Dalam konteks tersebut, MAN Insan Cendekia diarahkan semakin kuat memosisikan diri sebagai “Talenta Indonesia Masa Depan”, yakni lembaga pendidikan yang menyiapkan generasi Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berintegritas, beriman, menguasai teknologi, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu bersaing secara global.Penguatan branding MAN IC juga diarahkan melalui lima pilar komunikasi, yaitu Excellence, People, Alumni, Impact, dan Islamic Global Citizen.Melalui pilar Excellence, setiap MAN IC didorong menampilkan bukti nyata keunggulan. Pada aspek People, komunikasi publik tidak hanya menampilkan institusi, tetapi juga menghadirkan figur-figur manusia di balik keberhasilan madrasah, mulai dari murid, guru, tenaga kependidikan, hingga berbagai pihak yang berkontribusi.Sementara itu, aspek Alumni diarahkan untuk memperkuat dokumentasi dan publikasi kiprah lulusan di berbagai bidang. Pada pilar Impact, prestasi tidak berhenti pada capaian berupa piala atau penghargaan, tetapi harus dapat menunjukkan manfaat dan kontribusi nyata. Sedangkan Islamic Global Citizen menjadi salah satu diferensiasi penting MAN Insan Cendekia sebagai lembaga pendidikan yang memadukan nilai keislaman dengan wawasan global.Penguatan kehumasan tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah indikator keberhasilan branding, mulai dari Awareness, Consideration, Preference, Advocacy, Visibility, Authority, hingga Impact.Melalui indikator tersebut, efektivitas komunikasi publik tidak hanya dinilai berdasarkan banyaknya publikasi yang dihasilkan. Kehumasan juga perlu mengukur seberapa besar masyarakat mengenal MAN IC, menjadikannya pilihan utama, merekomendasikannya kepada masyarakat lain, seberapa luas pemberitaan positif tentang MAN IC, hingga sejauh mana alumni memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.Pada hari pertama, agenda kegiatan meliputi pembukaan Humas Level Up MAN IC se-Indonesia, materi Penguatan Komunikasi Publik MAN IC oleh Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI, Dr. Thobib Al Asyhar, S.Ag., M.Si., serta materi Branding Layanan Publik MAN IC oleh Ketua Tim Pengembangan SDM Humas Biro HKP Kemenag RI, Furqon Kusuma.Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan Best Practice dan Sharing Session Humas MAN IC se-Indonesia, rapat koordinasi, hingga penyusunan program kerja Humas MAN IC se-Indonesia.Mewakili MAN IC Tapanuli Selatan, Said Hasan Assegaf Rambe menyambut sangat baik pelaksanaan Humas Level Up tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang penting bagi para pengelola kehumasan MAN Insan Cendekia untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, sekaligus menyamakan perspektif tentang arah komunikasi publik yang lebih strategis.“Kami menyambut sangat baik kegiatan Humas Level Up ini karena menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan kompetensi kehumasan, memperkuat jejaring, serta mempelajari berbagai praktik baik dari MAN Insan Cendekia se-Indonesia. Humas hari ini tidak cukup hanya mampu mempublikasikan kegiatan, tetapi juga harus mampu mengolah prestasi, data, cerita, dan dampak menjadi reputasi serta kepercayaan publik,” ujar Said.Ia menambahkan bahwa penguatan kompetensi humas harus berjalan seiring dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, perubahan karakter audiens, dan dinamika komunikasi digital.“Pengelola humas perlu terus belajar, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media, mampu membaca kebutuhan publik, serta menghadirkan komunikasi yang cepat, akurat, kreatif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Yang terpenting, setiap informasi yang disampaikan harus tetap mencerminkan nilai, karakter, dan keunggulan MAN Insan Cendekia,” tambahnya.Said juga menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarhumas MAN IC secara nasional, sehingga praktik-praktik baik yang telah berkembang di masing-masing madrasah dapat saling dibagikan dan direplikasi.“Kami berharap forum seperti ini dapat terus memperkuat kolaborasi Humas MAN IC se-Indonesia. Dengan jejaring yang kuat, berbagai inovasi, prestasi, dan praktik baik tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat menjadi kekuatan komunikasi bersama dalam membangun reputasi MAN Insan Cendekia secara nasional,” jelasnya.Keikutsertaan MAN IC Tapanuli Selatan dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola komunikasi publik madrasah agar semakin profesional, terukur, adaptif, kreatif, dan berorientasi pada reputasi.Melalui forum nasional ini, praktik-praktik baik kehumasan dari berbagai MAN Insan Cendekia diharapkan dapat dikolaborasikan dan dikembangkan menjadi sistem komunikasi publik yang tidak hanya aktif menyampaikan informasi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan, memperkuat citra kelembagaan, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.Bagi MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, paradigma Humas Level Up menjadi momentum untuk terus mengembangkan komunikasi publik yang berbasis data, prestasi, cerita inspiratif, bukti, dan dampak. Dengan demikian, setiap prestasi madrasah tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi berkembang menjadi reputasi dan kepercayaan publik yang semakin kuat.Humas MAN IC Tapanuli SelatanKampus Prestasi, Mandiri, Islami
Perkuat Keteladanan Nabi, OSIM MAN IC Tapsel laksanakan Maulid berbasis Cerdas Cermat Islami
25 Aug 2026
MAN IC Tapsel (Humas) — MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang dirangkaikan dengan Lomba Cerdas Cermat Islami, Selasa, 25 Agustus 2026, di Aula Madrasah. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dimotori oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, literasi keislaman, serta pembiasaan nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. di lingkungan madrasah.Peringatan tahun ini mengusung tema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia.” Tema tersebut menempatkan Maulid Nabi bukan hanya sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga sebagai momentum pendidikan untuk menghadirkan kembali akhlak Rasulullah saw. dalam kehidupan murid, baik dalam proses belajar, pergaulan, organisasi, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.Kegiatan berada di bawah pembinaan Pembina OSIM, Ali Syahputra Dalimunthe, S.Pd., bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Eko Purwono, S.Pd. Keterlibatan OSIM sebagai motor pelaksana sekaligus menjadi ruang pembelajaran organisasi bagi murid agar mampu merencanakan, mengelola, dan mempertanggungjawabkan sebuah kegiatan yang bernilai edukatif dan religius.Peringatan Maulid Nabi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengingat tanggal kelahiran Rasulullah saw. Bagi dunia pendidikan, Maulid merupakan sarana menghadirkan figur Nabi Muhammad saw. sebagai teladan nyata dalam pembentukan kepribadian. Rasulullah dikenal tidak hanya karena keluasan ilmu dan kecerdasan beliau, tetapi terutama karena kemuliaan akhlaknya.Hal tersebut ditegaskan Allah Swt. dalam Al-Qur’an:????????? ???????? ?????? ???????“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”(QS. Al-Qalam: 4)Ayat tersebut menjadi landasan penting bahwa inti keteladanan Rasulullah terletak pada keluhuran akhlak. Dalam konteks kehidupan murid, keteladanan tersebut dapat diterjemahkan dalam sikap jujur ketika belajar dan mengikuti ujian, disiplin terhadap waktu, menghormati guru dan orang tua, menyayangi sesama, menjaga lisan, bertanggung jawab terhadap amanah, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.Keteladanan Rasulullah juga tercermin melalui empat karakter utama, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Nilai siddiq membentuk pribadi yang jujur dan berintegritas. Amanah menanamkan tanggung jawab dalam setiap tugas. Tabligh mengajarkan keberanian menyampaikan kebenaran secara santun. Sementara fathanah mendorong setiap murid untuk terus mengembangkan kecerdasan, daya pikir kritis, dan kemampuan menyelesaikan persoalan.Karena itu, pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Islami dalam rangkaian Maulid Nabi memiliki keterkaitan yang kuat dengan spirit keteladanan Rasulullah. Perlombaan bukan semata-mata mencari pemenang, tetapi menjadi medium untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu agama, memperluas wawasan keislaman, membangun keberanian, melatih kecepatan berpikir, dan menanamkan semangat berkompetisi secara sehat.Melalui kegiatan tersebut, murid diharapkan memahami bahwa mencintai Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui ungkapan dan perayaan, tetapi harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Kecintaan kepada Rasulullah memperoleh makna ketika ajaran dan akhlak beliau hadir dalam keseharian: ketika seorang murid memilih berlaku jujur meskipun tidak diawasi, menolong temannya tanpa pamrih, menjaga kebersihan, menghargai perbedaan, menahan emosi, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.Tema “Merawat Indonesia” juga menegaskan bahwa nilai-nilai kenabian memiliki relevansi kuat dengan kehidupan kebangsaan. Rasulullah mengajarkan persaudaraan, keadilan, penghormatan terhadap perjanjian, kepedulian terhadap kaum lemah, serta kemampuan membangun kehidupan bersama di tengah keberagaman. Nilai-nilai tersebut sangat penting bagi generasi muda Indonesia yang kelak akan hidup dan mengambil peran di tengah masyarakat yang majemuk.Di lingkungan madrasah, mencintai tanah air dapat diwujudkan melalui kesungguhan belajar, menjaga fasilitas bersama, menaati aturan, membangun prestasi, menghindari perundungan, menjaga persaudaraan, serta berkontribusi positif melalui kegiatan organisasi. Dengan demikian, semangat Maulid Nabi bertemu dengan tujuan pendidikan madrasah: melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual, matang secara sosial, dan kokoh integritasnya.Keterlibatan OSIM dalam penyelenggaraan kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui pengalaman langsung. Murid belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, pelayanan, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari pendidikan kepemimpinan yang sejalan dengan sifat amanah dan keteladanan Rasulullah saw.Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan di aula selesai. Spirit utamanya justru diharapkan berlanjut dalam budaya keseharian madrasah: budaya memberi salam, saling menghormati, disiplin, menjaga adab, mencintai ilmu, bekerja sama, serta berlomba dalam kebaikan.Melalui momentum ini, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan terus berupaya menanamkan pemahaman bahwa kemajuan pendidikan harus berjalan seiring dengan kemuliaan akhlak. Prestasi menjadi semakin bernilai apabila dibangun di atas kejujuran, ilmu menjadi semakin bermakna apabila melahirkan kerendahan hati, dan kepemimpinan menjadi semakin kuat apabila berlandaskan amanah.Dengan semangat “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia,” peringatan Maulid Nabi dan Lomba Cerdas Cermat Islami menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh murid untuk menghadirkan Rasulullah saw. bukan hanya dalam ingatan, tetapi juga dalam sikap, pilihan, dan tindakan nyata sehari-hari.Humas MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan
OSIM MAN IC Tapsel Ikuti Pelantikan KNPI Tapanuli Selatan, Perkuat Wawasan Kepemudaan dan Organisasi
22 Aug 2026
MAN IC Tapsel (Humas)— Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan mengikuti kegiatan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Tapanuli Selatan yang dilaksanakan di Gedung Aula Sarasi Tapanuli Selatan, Sipirok, Sabtu (22/8/2026).Keikutsertaan OSIM MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah memperluas wawasan murid mengenai kepemudaan, kepemimpinan, dan dinamika organisasi di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan secara langsung, murid diharapkan tidak hanya memahami organisasi dalam konteks internal madrasah, tetapi juga memperoleh gambaran tentang peran generasi muda dalam pembangunan daerah dan kehidupan sosial kemasyarakatan.Kegiatan pelantikan DPD KNPI Kabupaten Tapanuli Selatan mengusung semangat “Generasi Emas Activist Preneur Menuju Tapsel Bangkit.” Momentum tersebut menjadi ruang pembelajaran yang relevan bagi pengurus OSIM untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi organisasi, kolaborasi, serta semangat pengabdian yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, menyampaikan bahwa pelibatan murid dalam kegiatan kepemudaan di luar lingkungan madrasah merupakan bagian dari pendidikan kontekstual yang dapat memperkaya pengalaman mereka.“Madrasah tidak hanya memberikan ruang belajar melalui kegiatan akademik, tetapi juga mendorong murid untuk memperoleh pengalaman sosial dan organisasi. Dengan mengikuti kegiatan seperti pelantikan KNPI ini, murid dapat melihat secara langsung bagaimana organisasi kepemudaan berperan, membangun jejaring, serta mengembangkan semangat kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.Menurutnya, pengalaman berorganisasi sejak usia sekolah memiliki nilai strategis dalam membentuk murid yang percaya diri, mampu bekerja sama, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta terbiasa mengambil tanggung jawab secara proporsional.Bagi pengurus OSIM MAN IC Tapanuli Selatan, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperluas perspektif mengenai keberlanjutan proses kaderisasi kepemimpinan. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan organisasi siswa di madrasah, baik dalam penyusunan program, pembagian tugas, penguatan kerja tim, maupun pelaksanaan kegiatan yang memberi manfaat bagi seluruh warga madrasah.slot gacorslot gacorslot maxwinapk slot gacorjudi slotdapodikKeterlibatan OSIM dalam forum kepemudaan juga sejalan dengan semangat MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, kemandirian, serta kesiapan untuk mengambil peran positif di tengah masyarakat.Melalui kegiatan ini, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan berharap para pengurus OSIM semakin memahami bahwa organisasi merupakan ruang pendidikan karakter, tempat belajar mengambil keputusan, mengelola perbedaan, membangun kolaborasi, serta menumbuhkan semangat pengabdian.Ke depan, madrasah akan terus memberikan ruang kepada murid untuk mengikuti kegiatan edukatif dan kepemudaan yang relevan sebagai bagian dari penguatan kompetensi, karakter, dan jiwa kepemimpinan sejak dini, sekaligus meneguhkan MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan sebagai Kampus Prestasi, Mandiri, Islami.
MAN IC Tapsel Ikuti Rakor Penanganan Pascabencana Prasarana Madrasah di Sumatera Utara
22 Aug 2026
Medan (Humas MAN IC Tapsel) — MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana Prasarana Kesehatan dan Madrasah di Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026, sekaligus identifikasi lokasi penanganan pascabencana untuk Tahun Anggaran 2027–2028.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20–22 Agustus 2026 di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No. 7, Medan, Sumatera Utara.Dalam kegiatan ini, Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana, Hardiman Musdiko Prasetyo, S.H. Kehadiran MAN IC Tapanuli Selatan merupakan bagian dari keterlibatan aktif madrasah dalam koordinasi penanganan dan penguatan kesiapan prasarana pendidikan, khususnya dalam konteks rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan tercantum secara resmi sebagai salah satu madrasah yang diundang dalam kegiatan tersebut bersama berbagai unsur pemerintah daerah, instansi Kementerian Agama, satuan pendidikan, penyedia jasa konstruksi, serta konsultan manajemen konstruksi. Dalam daftar undangan, Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan tercatat pada urutan peserta dari unsur Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.Rapat koordinasi ini membahas sejumlah agenda strategis, antara lain kebijakan penanganan rencana induk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Utara, penanganan keadaan darurat pascabencana prasarana kesehatan, serta penanganan keadaan darurat pascabencana prasarana madrasah.Selain sesi pemaparan, peserta juga mengikuti desk lokasi dan pemenuhan Readiness Criteria, yang menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan administrasi dan teknis terhadap lokasi yang masuk dalam skema penanganan pascabencana.Dalam undangan, peserta diminta membawa sejumlah kelengkapan dokumen Readiness Criteria, di antaranya surat konfirmasi kesesuaian lokasi infrastruktur, surat pernyataan kesediaan menerima hibah, dokumen kepemilikan lahan, dokumen terkait penghapusan aset apabila dipersyaratkan, serta surat pernyataan kesediaan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana MAN IC Tapanuli Selatan, Hardiman Musdiko Prasetyo, S.H., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme penanganan prasarana pendidikan dalam konteks pascabencana.“Kegiatan ini sangat penting karena memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh terkait aspek teknis, administratif, dan kesiapan dokumen dalam penanganan prasarana madrasah pascabencana. Bagi MAN IC Tapanuli Selatan, forum ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap pengembangan dan penanganan sarana prasarana dilaksanakan secara tertib, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.Ia menambahkan, pengelolaan sarana dan prasarana madrasah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga memerlukan kesiapan dokumen, kepastian status lahan, aspek keselamatan, serta perencanaan yang matang agar setiap program dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan.Melalui partisipasi dalam rapat koordinasi tersebut, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan diharapkan semakin siap dalam memperkuat tata kelola sarana prasarana, khususnya dalam aspek mitigasi, kesiapsiagaan, rehabilitasi, dan pengembangan infrastruktur pendidikan.Keikutsertaan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, representatif, dan mendukung proses pendidikan serta pembinaan murid secara optimal, sejalan dengan semangat Kampus Prestasi, Mandiri, Islami.
Tim Riset MAN IC Tapanuli Selatan Raih Pendanaan SOBAT Bumi 2026, Usung Gerakan Desa Karbon Positif
21 Aug 2026
MAN IC Tapsel (Humas)— Prestasi kembali ditorehkan MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan di tingkat nasional. Tim Riset MAN IC Tapanuli Selatan berhasil menjadi salah satu tim terpilih dalam Kompetisi SOBAT BUMI 2026 yang diselenggarakan oleh PT United Tractors Tbk, dengan mengusung inovasi lingkungan bertajuk “TAPSEL BIOCHAR MOVEMENT: Gerakan Desa Karbon Positif – Mengembalikan Karbon ke Tanah, Stop Bakar, Mulai Subur.”Keberhasilan tersebut diraih setelah tim mengikuti rangkaian seleksi proposal yang diikuti oleh sekolah-sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian penyelenggara, proposal MAN IC Tapanuli Selatan dinyatakan lolos dan berhak memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp2.500.000 dari PT United Tractors Tbk untuk mendukung implementasi program yang telah dirancang.Capaian ini menjadi prestasi membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan murid MAN IC Tapanuli Selatan dalam mengembangkan gagasan inovatif yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat.Melalui TAPSEL BIOCHAR MOVEMENT, tim mengangkat persoalan pengelolaan limbah biomassa pertanian yang selama ini masih banyak dilakukan melalui pembakaran terbuka. Praktik tersebut tidak hanya menghilangkan potensi bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali, tetapi juga berkontribusi terhadap pelepasan karbon dan pencemaran udara.Sebagai alternatif, tim memperkenalkan pendekatan “Stop Bakar, Mulai Subur”, yakni mengolah biomassa pertanian menjadi biochar untuk kemudian dikembalikan ke tanah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas tanah, mendukung produktivitas pertanian, sekaligus mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.Program ini tidak berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga diarahkan sebagai sebuah gerakan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui konsep Gerakan Desa Karbon Positif, tim ingin membangun kesadaran bahwa limbah biomassa memiliki nilai guna apabila dikelola dengan metode yang tepat.Tim Riset MAN IC Tapanuli Selatan terdiri atas Sahira Latifa, Muhammad Maulana Siregar, Aufa Aulia, Nazwa Amelia Pos Pos, Rofiqoh Adzkia DalimuntheDalam proses penyusunan proposal hingga pengembangan inovasi, tim mendapatkan pendampingan dari Mis Ariska Ainun Jamila Rambe selaku pembimbing.Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari komitmen MAN IC Tapanuli Selatan dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di kalangan murid. Madrasah terus mendorong peserta didik untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang berkembang di masyarakat.Kepala MAN IC Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim riset tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan riset yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan gagasan yang kontekstual, aplikatif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.“Prestasi ini patut kita syukuri dan apresiasi. Gagasan yang dikembangkan para murid tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mempunyai nilai kebermanfaatan bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap pendanaan ini menjadi awal bagi tim untuk mengimplementasikan inovasinya secara lebih nyata dan terukur,” ungkapnya.Ia menambahkan, MAN IC Tapanuli Selatan akan terus memberikan ruang bagi para murid untuk mengembangkan minat, kreativitas, kemampuan riset, serta kepedulian terhadap isu-isu strategis, termasuk persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.Melalui dukungan pendanaan SOBAT BUMI 2026, Tim Riset MAN IC Tapanuli Selatan selanjutnya akan memasuki tahapan implementasi dan pengembangan program. Diharapkan TAPSEL BIOCHAR MOVEMENT dapat menjadi model gerakan sederhana yang dapat diterapkan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi limbah biomassa pertanian.Keberhasilan ini sekaligus memperkuat semangat MAN IC Tapanuli Selatan sebagai “Kampus Prestasi Mandiri Islami”, dengan terus menghadirkan prestasi yang tidak hanya membanggakan madrasah, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Rapat Bidang Madrasah Bersama BK Fokuskan Penguatan Karier dan Prestasi Murid
21 Aug 2026
MAN IC Tapsel (Humas) — MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan terus memperkuat sistem pembinaan murid melalui sinergi lintas bidang. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui rapat bidang madrasah bersama tim Bimbingan dan Konseling (BK) yang membahas strategi peningkatan karier, prestasi, serta pendampingan perkembangan murid secara terarah dan berkelanjutan.Rapat tersebut menitikberatkan pada pentingnya pembinaan murid yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian permasalahan, tetapi juga pada pengembangan potensi, penguatan karakter, perencanaan karier, serta optimalisasi prestasi akademik dan nonakademik.Dalam pembahasan, tim BK didorong untuk semakin memperkuat pemetaan potensi setiap murid. Pemetaan tersebut meliputi minat, bakat, capaian akademik, kecenderungan karier, kemampuan sosial, kedisiplinan, hingga perkembangan pribadi selama mengikuti pendidikan di madrasah.Pendekatan pembinaan diarahkan secara individual dan berkesinambungan. Setiap murid diharapkan memiliki rekam perkembangan yang dapat menjadi dasar bagi guru BK, wali kelas, pembina asrama, guru mata pelajaran, serta unsur pimpinan madrasah dalam memberikan pendampingan yang lebih tepat.Pembinaan karier juga menjadi salah satu fokus utama. Murid perlu mendapatkan pendampingan sejak dini dalam mengenali pilihan pendidikan lanjutan, perguruan tinggi, sekolah kedinasan, studi luar negeri, maupun jalur pengembangan karier lainnya yang sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing.Selain itu, rapat menekankan pentingnya membangun budaya prestasi melalui target yang realistis dan terukur. Murid tidak hanya diarahkan untuk mengikuti berbagai kompetisi, tetapi juga dibina agar memiliki kesiapan, disiplin latihan, konsistensi belajar, kemampuan mengevaluasi hasil, serta kemauan untuk terus berkembang.Dalam prosesnya, BK diharapkan tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan wali kelas, guru mata pelajaran, pembina asrama, orang tua, serta bidang-bidang terkait di madrasah menjadi bagian penting dari sistem pembinaan yang terpadu.Pendekatan pembinaan juga diarahkan untuk mengedepankan komunikasi yang edukatif dan humanis. Setiap catatan perkembangan murid bukan semata-mata dipandang sebagai bentuk penilaian, melainkan sebagai bahan untuk menentukan bentuk pendampingan, penguatan, dan tindak lanjut yang sesuai.Melalui pola tersebut, madrasah ingin memastikan bahwa setiap murid memperoleh ruang untuk berkembang sesuai potensi terbaiknya. Murid yang memiliki capaian baik diberikan penguatan dan kesempatan pengembangan lebih lanjut, sementara murid yang masih menghadapi hambatan diberikan pendampingan secara bertahap dan terukur.Rapat juga membahas pentingnya evaluasi berkala terhadap hasil pembinaan. Perkembangan akademik, prestasi, kedisiplinan, kemampuan adaptasi, serta kesiapan karier murid perlu dipantau secara periodik agar program pendampingan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, menegaskan bahwa pembinaan murid harus diarahkan pada pengembangan manusia secara utuh.“Pembinaan bukan hanya dilakukan ketika murid menghadapi masalah. Justru yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu membaca potensi mereka, mengarahkan, mendampingi, dan membuka jalan agar setiap murid dapat berkembang, berprestasi, serta memiliki arah masa depan yang jelas,” ujarnya.Ia juga menekankan agar seluruh unsur madrasah memiliki persepsi yang sama bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan murid dalam membangun karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi pendidikan tinggi dan kehidupan setelah lulus.Melalui rapat tersebut, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan diharapkan semakin memiliki sistem pembinaan murid yang terintegrasi, berbasis data perkembangan, dan berorientasi pada masa depan.Sinergi antara bidang madrasah dan Bimbingan Konseling menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mampu menghasilkan murid berprestasi, tetapi juga memiliki kematangan pribadi, kesiapan karier, dan karakter yang kuat.Dengan semangat Kampus Prestasi Mandiri Islami, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan dan pembinaan yang mampu mengantarkan setiap murid mengenali potensi, meningkatkan prestasi, serta mempersiapkan masa depan secara terarah.