Berita & Artikel Terbaru
PTSP MAN IC TAPSEL

Berita & Artikel Terbaru

Hari Pertama TKA 2026, MAN IC Tapanuli Selatan Tekankan Kesiapan Akademik, Kejujuran, dan Integritas Murid

Hari Pertama TKA 2026, MAN IC Tapanuli Selatan Tekankan Kesiapan Akademik, Kejujuran, dan Integritas Murid

26 Oct 2026

Sipirok (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Tapanuli Selatan melaksanakan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang diikuti oleh murid kelas XII ini menjadi bagian dari pelaksanaan asesmen akademik secara nasional pada jenjang SMA/MA/sederajat, sekaligus menjadi salah satu momentum penting dalam mengukur capaian pembelajaran dan kesiapan akademik murid menjelang penyelesaian pendidikan di tingkat madrasah aliyah.Pelaksanaan TKA Gelombang I dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Oktober 2026. Pada hari pertama, murid mengikuti asesmen sesuai jadwal yang telah ditetapkan, termasuk mata uji Bahasa Indonesia dan komponen literasi membaca serta Survei Karakter. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk berlangsung secara tertib, objektif, dan sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan asesmen nasional.Tes Kemampuan Akademik merupakan salah satu instrumen pengukuran capaian akademik murid melalui pendekatan asesmen yang terstandar. Selain memberikan gambaran mengenai penguasaan kompetensi akademik, TKA juga diharapkan mampu menghadirkan informasi yang lebih objektif mengenai kemampuan murid, baik sebagai bahan evaluasi pembelajaran maupun sebagai salah satu pertimbangan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.Bagi MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, penyelenggaraan TKA tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan pengukuran hasil belajar, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter akademik murid. Kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta kejujuran menjadi nilai penting yang harus tercermin dalam setiap tahapan pelaksanaan asesmen. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari capaian nilai, tetapi juga dari integritas yang menyertai proses pencapaiannya.Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan TKA, pihak madrasah melakukan berbagai langkah persiapan, baik dari aspek teknis, sarana pendukung, maupun koordinasi penyelenggaraan. Kesiapan perangkat asesmen, jaringan internet, ruang pelaksanaan, serta pendampingan teknis menjadi perhatian agar seluruh murid dapat mengikuti tes dalam suasana yang kondusif, nyaman, dan terarah.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I., M.S.I., menegaskan bahwa pelaksanaan TKA hendaknya dimaknai sebagai kesempatan bagi murid untuk menunjukkan kemampuan akademik yang telah dibangun selama mengikuti proses pendidikan di madrasah. Menurutnya, kesiapan akademik perlu berjalan beriringan dengan kematangan sikap, ketenangan, dan kepercayaan diri.“Harapan kita, seluruh murid dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik ini dengan sungguh-sungguh, tenang, dan penuh rasa percaya diri. Tunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki, tetapi yang jauh lebih penting adalah tetap menjaga kejujuran dan integritas. Nilai akademik merupakan bagian dari capaian pendidikan, sementara karakter dan tanggung jawab menjadi bekal penting dalam perjalanan kehidupan mereka ke depan,” ungkapnya.Lebih lanjut, Abdul Hakim mengingatkan bahwa setiap proses evaluasi hendaknya menjadi ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman bermakna bagi murid. Hasil asesmen bukan semata-mata menjadi ukuran keberhasilan secara individual, melainkan juga dapat dijadikan bahan refleksi bagi madrasah dalam memperkuat kualitas pembelajaran, pendampingan akademik, dan pengembangan potensi murid secara berkelanjutan.Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Muhammad Fajar Dani, menekankan pentingnya kesiapan akademik dan mental murid dalam mengikuti seluruh tahapan TKA. Menurutnya, asesmen ini menjadi kesempatan bagi murid untuk mengukur sejauh mana penguasaan kompetensi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran berlangsung.“Kami berharap seluruh murid dapat mengoptimalkan kemampuan yang telah dipersiapkan melalui proses pembelajaran selama ini. Tetap fokus, percaya diri, dan menjunjung tinggi kejujuran, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kompetensi akademik masing-masing,” ungkapnya.Sebagai madrasah berasrama yang mengintegrasikan penguatan akademik, pembinaan karakter, dan nilai-nilai keislaman, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan senantiasa mendorong terbentuknya budaya belajar yang kompetitif sekaligus berintegritas. Melalui pendampingan guru, penguatan motivasi belajar, dan pembiasaan disiplin dalam kehidupan sehari-hari, murid diharapkan memiliki kesiapan yang lebih menyeluruh dalam menghadapi berbagai bentuk evaluasi akademik maupun tantangan pendidikan pada masa mendatang.Di sisi lain, pelaksanaan TKA juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab seluruh unsur madrasah. Sinergi antara pimpinan, guru, tenaga kependidikan, dan murid memiliki peran penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang mendukung pencapaian prestasi secara sehat. Setiap capaian akademik diharapkan lahir dari proses pembelajaran yang konsisten, pembinaan yang terarah, serta komitmen bersama untuk mempertahankan mutu pendidikan.Madrasah juga memandang bahwa keikutsertaan murid dalam TKA memiliki nilai strategis dalam mempersiapkan arah pendidikan mereka setelah menyelesaikan studi. Melalui asesmen ini, murid diharapkan semakin memahami kapasitas dan potensi akademik masing-masing, sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih terukur dalam menentukan pilihan program studi dan perguruan tinggi. Hal tersebut sejalan dengan komitmen MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan dalam mengantarkan lulusan yang unggul secara intelektual, matang dalam karakter, dan siap menghadapi persaingan pendidikan tinggi.Melalui pelaksanaan TKA Tahun 2026, MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan berharap seluruh murid kelas XII dapat menyelesaikan rangkaian asesmen dengan baik serta memperoleh hasil yang mencerminkan kemampuan akademik secara objektif. Semangat berprestasi yang dilandasi kejujuran, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman diharapkan terus menjadi karakter utama murid dalam mewujudkan cita-cita dan mengharumkan nama madrasah.Humas | MAN Insan Cendekia Tapanuli SelatanKampus Prestasi Mandiri Islami

Olah Limbah Pertanian Jadi Biochar, Tim Riset MAN IC Tapsel Raih Juara 2 Nasional

Olah Limbah Pertanian Jadi Biochar, Tim Riset MAN IC Tapsel Raih Juara 2 Nasional

19 Oct 2026

Tapanuli Selatan (Humas) : Tim riset Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara 2 tingkat nasional dalam ajang SOBAT BUMI Envirofest 2026 yang diselenggarakan PT United Tractors Tbk.Prestasi bertaraf nasional yang diraih Tim Riset MAN IC Tapsel melalui inovasi bertajuk “Tapsel Biochar Movement: Gerakan Desa Karbon Positif Mengembalikan Karbon ke Tanah. Stop Bakar! Mulai Subur”. Hasil riset ini sendiri telah diuji publik bersama masyarakat Desa Situmba, Sipirok, Tapsel pada September 2026.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I, M.S.I, Minggu (18/10/2026) mengaku bangga atas capaian yang ditorehkan muridnya dalam ajang bergengsi tingkat nasional, SOBAT BUMI Envirofest 2026 yang diselenggarakan PT United Tractors Tbk.Dijelaskan, Tim Riset MAN IC yang diberi nama TIm SOMI terdiri dari 4 murid yakni Sahira Latifa, Muhammad Maulana Siregar, Atika Aufa Pracha, Nazwa Amelia Pospos, dan Rofiqoh Adzkia Dalimunthe, dengan guru pembimbing, Mis Ariska Ainun Jamila Rambe S.Si.Tim SOMI yang mengembangkan inovasi melalui riset, mengangkat pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar sebagai upaya mengurangi pembakaran terbuka dan mendukung perbaikan kualitas tanah.Gagasan ini mendorong masyarakat untuk mengelola limbah pertanian secara lebih berkelanjutan sekaligus mengembalikan karbon ke tanah.Dengan demikian, selain menghindari terjadi polusi udara akibat pembakaran limbah pertanian, tanah juga akan subur.Projek Lingkungan yang dijalankan Tim Riset MAN IC Tapsel dalam kompetisi SOBAT BUMI Envirofest 2026 tersebut dimulai dari bulan juni hingga pengumuman akhir di bulan Oktober 2026. Hasilnya Tim tersebut meraih juara 2.Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi siswa MAN IC Tapanuli Selatan dalam menghadirkan gagasan berbasis riset peduli lingkungan yang berangkat dari potensi lokal. "Melalui Tapsel Biochar Movement, tim SOMI menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan di sekitar masyarakat dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan, juara Kepala MAN IC Tapsel.Pencapaian juara 2 dalam SOBAT BUMI Envirofest 2026, ujar Abdul Hakim diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, memperkuat budaya riset, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan.Ditenya tentang motivasi untuk membuat riset Biovhar, ia menjelaskan bahwa kebiasaan membakar limbah pertanian yang masih dilakukan sebagian masyarakat menjadi tantangan lingkungan yang perlu diatasi.Ubah Limbah Jadi Sumber DayaKepala MAN IC Tapsel Abdul Hakim Siregar, mengungkapkan, Biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan melalui pemanasan biomassa, seperti sekam padi, jerami, atau sisa tanaman lainnya, dengan pasokan oksigen yang terbatas."Berbeda dengan pembakaran terbuka yang melepaskan asap dan berbagai polutan ke udara, pembuatan biochar dilakukan melalui proses yang terkendali. Jika diproduksi dan digunakan dengan tepat, biochar berpotensi membantu memperbaiki karakteristik tanah, meningkatkan kemampuan tanah menahan air, serta menyimpan sebagian karbon dalam bentuk yang relatif stabil," ungkapnya.Meski demikian, manfaat biochar bergantung pada bahan baku, metode produksi, karakteristik tanah, dan cara penggunaannya. Karena itu, penerapan inovasi ini perlu disertai pengujian dan pendampingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.Melalui Tapsel Biochar Movement, tim SOMI mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah pertanian. Sisa tanaman yang selama ini dianggap tidak berguna dapat menjadi sumber daya alternatif apabila dikelola dengan pengetahuan dan teknologi yang tepat.Pesan “Stop Bakar! Mulai Subur” menjadi inti gerakan tersebut. Masyarakat didorong untuk mengurangi pembakaran terbuka sekaligus mulai menerapkan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.Atas prestasi yang ditorehkan muridnya, selain menyampaikan apresiasi, Abdul Hakim juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing, Mis Ariska Ainun Jamila Rambe S.Si yang telah melakukan pendampingan sehingga banyak siswa MAN IC yang meraih prestasi.

5 Siswa Cerdas MAN IC Tapsel Melaju Ke OMI Tingkat Nasional, Siap Ukir Prestasi

5 Siswa Cerdas MAN IC Tapsel Melaju Ke OMI Tingkat Nasional, Siap Ukir Prestasi

11 Oct 2026

Tapanuli Selatan (Humas) : Tekad siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) untuk mengukir prestasi di Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan menjadi utusan ke tingkat nasional terwujud.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I, M.S.I, Minggu (11/10/2026) mengatakan dalam OMI Tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2026, pihaknya mengirimkan 18 orang sebagai pesertan dan 7 diantaranya meraih juara sekaligus jadi utusan ke OMI Tingkat Sumut.Dari tujuh siswa yang mengukir prestasi dalam OMI Tapsel sekaligus jadi utusan ke OMI Sumut, ucapnya, 5 diantaranya menorehkan prestasi membanggakan sekaligus dinobatkan sebagai utusan Provinsi Sumatera Utara ke OMI Tingkat nasional yang digelar pada tanggal 8-12 November 2026.Kelima siswa MAN IC Tapsel yang meraih juara pada OMI sekaligus jadi utusan OMI Sumut ketingkat Nasional yakni Revanza Alif Margolang (Juara I Ekonomi), Muhammad Rafli Harahap (Juara I Geografi).Maidia De Rveena Pohan (10 besar nasional bidang Fisika), Hafni Fadilah Harahap (10 Besar Nasional bidang Kimia), dan Izyan Asyan A. Pohan (10 Besar Nasional bidang Biologi),Keberhasilan tersebut, ucapnya bukan sekadar cerita tentang angka dan peringkat. Di baliknya terdapat keberanian untuk bertanding, ketekunan menghadapi soal-soal menantang, serta kesediaan untuk terus belajar dari setiap proses karena di setiap capaian, ada proses yang harus dilewati.Menurutnya, capaian ini memperlihatkan kuatnya tradisi akademik yang terus dibangun di MAN IC Tapsel sehingga siswa banyak yang menorehkan prestasi baik secara akademik maupun non akademik hingga ke tingkat nasional."Pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh melalui pendalaman materi, diskusi, latihan terukur, evaluasi, dan pendampingan berkelanjutan. Setiap soal yang diselesaikan menjadi latihan berpikir, sedangkan setiap kesalahan diubah menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh," tuturnya.Atas keberhasilan siswa meraih prestasi sekaligus jadi utusan ke OMI Sumut, Abdul Hakim menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi, guru pembimbing, dan pihak yang telah mendukung proses persiapan hingga siswa MAN IC mampu mewujudkan mimpinya untuk meraih prestasi."Prestasi tersebut juga lahir dari pendampingan para guru pembimbing, yakni Bagaswara Deas Arista pada bidang Fisika, Siti Kholilah Hasibuan pada bidang Kimia, Nur Atikah pada bidang Biologi, Lenni Erika Siregar pada bidang Ekonomi, serta Wilda Mahrani Daulay pada bidang Geografi," ujar Kepala MAN IC Tapsel.Menurutnya, guru pendamping tersebut, tidak hanya mengajarkan rumus dan konsep, tetapi turut menanamkan disiplin, daya juang, ketelitian, dan keberanian dalam menghadapi kompetisi sehingga memiliki semangat dan tekad untuk mengukur prestasi dengan meraih juara.Khusus kepada kelima siswa yang melaju ke tingkat provinsi tersebut, Abdul Hakim menegaskan bahwa mereka membawa tanggung jawab untuk terus belajar dengan rendah hati, sementara seluruh delegasi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan prestasi madrasah.Sedangkan kepada dua siswa lainnya yang jadi peserta OMI Sumut, ia berpesan bahwa, perjalanan ini tidak berakhir pada pengumuman hasil. Keikutsertaan mereka merupakan pengalaman berharga sekaligus investasi prestasi pada masa mendatang."Dalam sebuah kompetisi, kemenangan dapat dicatat dalam sertifikat, tetapi keberanian mencoba, kemampuan bangkit, dan kemauan memperbaiki diri akan menetap jauh lebih lama di dalam karakter,"

OSIM MAN IC Tapsel Gelar Fashion Show Tie-Dye, Semarakkan Hari Batik Nasional dengan Kreativitas dan Cinta Budaya

OSIM MAN IC Tapsel Gelar Fashion Show Tie-Dye, Semarakkan Hari Batik Nasional dengan Kreativitas dan Cinta Budaya

11 Oct 2026

Tapanuli Selatan (Humas)– Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan menggelar kegiatan bertajuk “BA-TIE-DYE: Eksplorasi Budaya dalam Balutan Warna” dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung konsep fashion show kolaborasi tie-dye tersebut diselenggarakan di Aula MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Sabtu (10/10/2026) malam, sebagai wadah kreativitas sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kekayaan budaya bangsa.Menghadirkan perpaduan antara nilai tradisi dan sentuhan kreativitas modern, kegiatan BA-TIE-DYE menjadi salah satu bentuk aktualisasi semangat pelestarian budaya di lingkungan madrasah. Melalui pendekatan yang dekat dengan dunia remaja, OSIM MAN IC Tapsel berupaya memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara, khususnya batik, dengan mengangkat teknik pewarnaan tie-dye sebagai medium eksplorasi seni dan ekspresi kreatif para murid.Mengambil tema “Eksplorasi Budaya dalam Balutan Warna”, kegiatan ini tidak sekadar menampilkan keindahan busana, tetapi juga membawa pesan edukatif tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman. Perpaduan motif, warna, dan kreativitas menjadi representasi bahwa warisan budaya dapat terus diperkenalkan melalui berbagai inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.Suasana Aula Madrasah menjadi semakin semarak dengan rangkaian acara yang dikemas secara menarik oleh pengurus OSIM. Kehadiran pembawa acara di atas panggung dengan latar visual bernuansa budaya memperkuat karakter kegiatan yang memadukan unsur edukasi, seni, dan hiburan. Melalui konsep tersebut, peringatan Hari Batik Nasional di MAN IC Tapsel diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi pengalaman pembelajaran yang berkesan bagi para murid.Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB tersebut juga menjadi bagian dari upaya OSIM membangun kolaborasi dengan berbagai unsur keluarga besar madrasah. Sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan hubungan kelembagaan, panitia turut menyampaikan undangan resmi kepada Pengurus Komite MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan untuk menghadiri dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Langkah ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendukung pengembangan potensi, minat, dan bakat murid di luar pembelajaran akademik.Di sisi lain, penyelenggaraan BA-TIE-DYE memiliki makna penting dalam proses pembinaan kepemimpinan dan kemandirian murid. Melalui kepanitiaan yang dikelola OSIM, para murid memperoleh ruang untuk mengasah kemampuan berorganisasi, membangun komunikasi, mengembangkan gagasan kreatif, serta menumbuhkan tanggung jawab dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan.Kegiatan kreatif seperti BA-TIE-DYE juga sejalan dengan komitmen Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I., M.S.I., dalam membangun lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi pengembangan potensi murid secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kecakapan sosial, apresiasi budaya, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.Melalui peringatan Hari Batik Nasional yang dikemas secara kreatif ini, OSIM MAN IC Tapsel diharapkan semakin mampu menjadi motor penggerak kegiatan positif di lingkungan madrasah. BA-TIE-DYE sekaligus menegaskan bahwa kecintaan terhadap budaya bangsa dapat ditumbuhkan melalui cara-cara yang inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan generasi masa kini. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan dalam mewujudkan generasi berkarakter, berwawasan luas, serta menjunjung tinggi identitas bangsa sesuai dengan semangat “Kampus Prestasi, Mandiri, Islami.”

Dua Tim Riset MAN IC Tapsel Ukir Prestasi Nasional Dalam Ajang SOBAT Competition 2026

Dua Tim Riset MAN IC Tapsel Ukir Prestasi Nasional Dalam Ajang SOBAT Competition 2026

08 Oct 2026

MAN IC Tapsel (Humas) : Dua tim riset Madrasah Alaiyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) ukir prestasi tingkat nasional dengan meriah juara 2 dan 3 dalam ajang SOBAT Competition 2026 yang diselenggarakan PT United Tractors Tbk.Kepala MAN Insan Cendekia Tapsel, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I, M.S.I, Kamis (8/10/2026) mengatakan prestasi yang diraih dua tim tersebut merupakan satu bukti kemampuan siswa madrasah dalam melahirkan inovasi berbasis riset yang tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan dalam bentuk prototype sebagai solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.SOBAT Competition 2026 yang berlangsung dari 24 Juni hingga 7 Oktober 2026 dengan tema “Sinergi Inovasi dan Aksi Nyata dalam Membangun Kemandirian Desa Berkelanjutan.” ucap Abdul Hakim, seluruh peserta mengikuti tiga tahapan seleksi sebelum peserta terbaik melaju ke babak final."Pada tahap final, peserta tidak hanya dituntut mempresentasikan ide, tetapi juga merealisasikan gagasan inovasi dalam bentuk alat atau prototype. Alhmadulillah Siswa MAN IC tampil cukup membanggakan," tuturnya.Dalam babak final tersebut, lanjut Kepala MAN IC, Tim MAN IC yang terdiri dari Annisa Haviva Hasibuan dan Afifah Humairah Siregar berhasil meraih juara 2 melalui inovasi “Arbor-Kinetic Hub: Solusi Self-Powered Lighting Berbasis Piezoelectric-Aeroelastic untuk Mewujudkan Kemandirian Energi di Desa.”Inovasi tersebut menawarkan konsep penerangan mandiri dengan memanfaatkan energi mekanik yang tersedia di lingkungan melalui pendekatan piezoelectric dan aeroelastic. Gagasan ini diarahkan menjadi salah satu alternatif solusi untuk mendukung kemandirian energi, khususnya di lingkungan perdesaan.Sementara Juara 3 Nasional juga diraih tim Defry Gusemni Hutama dan Aleesya Nazla Harahap juga dari MAN IC melalui inovasi “TAPSEL AGROHUB 4.0: Adaptive IoT untuk Pengelolaan Pascapanen dan Pemberdayaan Komoditas Unggulan Menuju Kemandirian Desa Berkelanjutan.”TAPSEL AGROHUB 4.0 mengusung pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu pengelolaan pascapanen sekaligus mengoptimalkan komoditas unggulan daerah agar memiliki nilai tambah."Konsep tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan pengelolaan hasil pertanian sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi," tuturnya.Keberhasilan dua tim tersebut, ungkap Abdul Hakim, tidak terlepas dari pendampingan Mis Ariska Ainun Jamila Rambe, S.Si, dalam membimbing peserta sejak pengembangan gagasan, penyempurnaan konsep, hingga proses finalisasi inovasi dan prototype.Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa lingkungan madrasah mampu menjadi ruang tumbuh bagi riset dan inovasi siswa. Dua tim MAN IC Tapsel tidak hanya berkompetisi dengan membawa gagasan, tetapi juga ditantang membuktikan gagasan tersebut melalui karya nyata.Dua penghargaan tingkat nasional itu sekaligus memperlihatkan bahwa riset siswa madrasah dapat diarahkan untuk menjawab persoalan strategis, mulai dari kemandirian energi hingga penguatan sektor pertanian dan ekonomi desa."Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas, riset, dan teknologi ketika dipadukan dengan persoalan nyata di daerah dapat melahirkan inovasi yang memiliki daya saing hingga tingkat nasional," tutupnya.

Empat Murid MAN IC Tapsel Tembus Madrasah Goes Abroad 2026 Kemenag RI

Empat Murid MAN IC Tapsel Tembus Madrasah Goes Abroad 2026 Kemenag RI

17 Sep 2026

Tapanuli Selatan (Humas) — Beberapa waktu lalu, delapan nama dari MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan diumumkan lolos seleksi administrasi Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026. Kini, setelah melewati tahap berikutnya termasuk wawancara, empat nama berhasil bertahan hingga penetapan akhir. Mereka adalah Yusuf Al-Bukhori Siregar, Aleesya Nazla Harahap, Shaira Aini Balqis Harahap, dan Naura Afifah Albaini.Empat Murid tersebut resmi menjadi bagian dari 100 peserta Program Madrasah Goes Abroad 2026 dari seluruh Indonesia. Artinya, dari delapan delegasi MAN IC Tapanuli Selatan yang sebelumnya lolos administrasi, empat orang atau 50 persen berhasil menembus tahap akhir. Angka itu bukan sekadar statistik kelulusan. Ia menjadi penanda bahwa mimpi belajar di perguruan tinggi kelas dunia mulai dibangun secara lebih sistematis dari Tor Simago-mago, Tapanuli Selatan.Penetapan peserta dituangkan melalui Pengumuman Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI Nomor B-615/Dt.I.I/HM.01/09/2026 tentang Pengumuman Nama-Nama Peserta Program Madrasah Goes Abroad Tahun 2026, yang ditetapkan di Jakarta pada 14 September 2026. Dalam pengumuman tersebut ditegaskan bahwa peserta yang terpilih selanjutnya akan memperoleh pendampingan intensif dan layanan konsultasi dalam rangka memperoleh Letter of Acceptance (LoA)/beasiswa, serta penguatan kapasitas riset dan publikasi. Perjalanan mereka bahkan telah memiliki garis waktu yang jelas. Tahap pertama dimulai dengan Orientasi Pembukaan Program pada Kamis, 17 September 2026 pukul 19.30–21.00 WIB secara daring. Setelah itu, pendampingan teknis dan layanan konsultasi berlangsung mulai 18 September hingga 31 Desember 2026, sesuai jadwal yang ditetapkan tim pendamping.Program tersebut tidak berhenti pada konsultasi aplikasi universitas. Peserta akan mengikuti rangkaian Online Webinar Series tentang LoA, beasiswa, riset, dan publikasi yang dijadwalkan pada 10 Oktober, 17 Oktober, 31 Oktober, 7 November, dan 14 November 2026. Selain itu, terdapat agenda visitasi dan konsultasi lapangan dalam tiga periode, yakni 2–4 Oktober, 23–25 Oktober, serta 6–8 November 2026. Program juga akan bermuara pada Madrasah Research Symposium (MARS) yang direncanakan berlangsung pada November atau Desember 2026. Yang menarik, persiapan menuju perguruan tinggi luar negeri dalam program ini dilakukan dengan standar yang konkret. Tim pendamping LoA dan beasiswa akan dikoordinasikan oleh tim dari UIN Raden Fatah Palembang, sedangkan penguatan riset dan publikasi dibina oleh tim yang dibentuk Direktorat KSKK Madrasah. Peserta jalur LoA/Beasiswa juga diwajibkan menyerahkan sertifikat resmi kemampuan bahasa Inggris seperti ITP, IBT, IELTS, atau Duolingo, dan/atau sertifikat bahasa asing lainnya, paling lambat 4 Oktober 2026. Prediction test tidak diperkenankan.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I., M.S.I., menyampaikan bahwa kelolosan empat Murid tersebut harus menjadi awal dari pekerjaan yang lebih serius. Menurutnya, ukuran keberhasilan berikutnya bukan lagi sekadar tercantumnya nama dalam daftar peserta MGA, melainkan sejauh mana kesempatan ini dapat dikonversi menjadi kemampuan akademik, sertifikasi bahasa, portofolio global, LoA, dan beasiswa pada universitas bereputasi internasional.“Kita tidak ingin anak-anak berhenti pada rasa bangga karena lolos program. Kelolosan ini justru menjadi pintu untuk bekerja lebih keras. Target berikutnya harus konkret: kemampuan bahasa yang terukur, portofolio yang kuat, LoA, beasiswa, dan pada akhirnya keberanian menembus universitas-universitas terbaik dunia,” ujar Abdul Hakim.Bagi MAN IC Tapanuli Selatan, capaian ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem studi lanjut luar negeri. Murid tidak cukup hanya diperkenalkan pada nama-nama universitas dunia, tetapi perlu dibiasakan sejak dini memahami persyaratan admission, kemampuan bahasa, personal statement, portofolio prestasi, riset, rekomendasi akademik, hingga strategi memperoleh dukungan pembiayaan.Karena itu, orientasi empat Murid tersebut selanjutnya diarahkan pada target yang lebih tinggi: mempersiapkan diri agar mampu bersaing menuju 100 universitas terbaik dunia. Target itu tentu tidak sederhana. Namun perjalanan besar selalu dimulai dari keberanian menetapkan tujuan, kemudian membangun kompetensi untuk mencapainya.Ada angka yang menarik dari perjalanan MGA MAN IC Tapanuli Selatan tahun ini: 8 Murid lolos administrasi, 4 Murid bertahan hingga penetapan akhir, 50 persen tingkat kelulusan internal, dan kini mereka berada bersama peserta terbaik lainnya dari seluruh Indonesia. Tetapi di balik angka tersebut terdapat sesuatu yang lebih penting: perubahan cara pandang bahwa sekolah di daerah bukan penghalang untuk memiliki peta masa depan berskala global.Kini, Yusuf, Aleesya, Shaira, dan Naura memasuki babak baru. Di depan mereka bukan lagi sekadar ruang wawancara, tetapi IELTS dan tes bahasa internasional, aplikasi universitas, esai, riset, LoA, beasiswa, dan persaingan global yang sesungguhnya.